#telltail
Pada suatu hari, Nina makan di sebuah warung nasi di area Pasar Baru.
Di dalam warung ada terlihat tiga ekor kucing. Betina kembang telon
paling tidak berumur setahun, dan dua anak kucing yang kalau dilihat
dari ukuran tubuh bukan saudara selahiran. Dua-duanya kembang asem,
entah jantan entah betina. Tak jelas apa mereka ini anak si kembang
telon atau buka. Sementara itu, di luar warung pada jejeran pot-pot
kembang, mengintip seekor jantan kembang asem. Yang takut-takut ketika
didekati Nina, tapi tak kabur. Cuma mundur aja sedikit ke celah di
antara pot-pot tersebut.
Sambil memanggil tiga kaki empat yang di
dalam, Nina melangkah ke luar. Ditaburkannya df di empat tempat, sesuai
dengan jumlah kucingnya. Si jantan tetap sembunyi, anak-anak yang dua
itu cium-cium df tapi lalu mundur sedikit. Di dekat-dekat saja mereka
duduk dengan keempat kaki, gaya sabar menanti. Memandang tumpukan df.
Sedangkan si kembang telon tanpa ragu langsung makan. Bagaikan ratu yang
makan ditunggui tiga ajudan atau apalah....
Selesai si ratu
kembang telon ini makan, barulah tiga kembang asem ini menyantap
jatahnya. Entah respek atau takut, makanya mereka menunggu sang ratu
makan dan mencicipi semua tumpukan.
Kalau aku sih ya, nggak ada
tuh enggan-enggan begitu. Rugi kan..., siapa tahu disikat habis semua.
Untungnya, sang ratu tak menghabiskan semua. Para kawulanya jadi bisa
ikut makan. Kalau tidak, perut-perut kembang asem itu pasti jadi rata. =^_^=
Showing posts with label stray. Show all posts
Showing posts with label stray. Show all posts
Thursday, April 9, 2015
Monday, April 6, 2015
Telltail: Ini si Budi
#telltail
Ini si Budi. Si Budi Kucing Kineforum. Si Budi kucing betina, dipastikan belum steril. Begitulah...
Beberapa kali Nina pergi nonton di Kineforum, selalu pas kebetulan df di tas sudah habis dan lupa di-refill. Maka itu, menjelang nonton di acara Filartc beberapa waktu lalu (27-29 Maret '15), dengan waspada Nina memastikan bahwa stok df di tas cukup senantiasa. Jadi, lumayan kan, selama tiga hari itu Budi tiap harinya kebagian df sampai 2-3 kali.
Si Budi ini kalau tidur menguasai satu kursi di ruang tunggu Kineforum. Melintang, demikianlah kadang ia ditemukan di kursi. Tak peduli dengan keramaian manusia di sekitarnya yang asyik berbincang-bincang dengan berisiknya. Kadang di tengah keramaian itu, santai saja dia melompat ke sebuah kursi yang kosong. Kalau kebetulan manusia yang berada di dekat situ tak suka kucing, kena lah dia diusir. Di depan manusia macam itu Nina langsung menasehati Budi. Katanya, sebagai kucing Budi juga harus tahu bahwa orang yang tak suka kucing itu ada juga di dunia ini.
Hari malam terakhir setelah nonton film terakhir di Kineforum, saat Nina keluar ruang bioskop, Budi tak lagi terlihat di ruang tunggu. Entah mungkin sedang jalan-jalan atau apa. Karenanya, Nina tak bisa berpamitan dengan Budi. Tak sempat lagi memberikan df yang terakhir di kala itu. Nina hanya bisa mendesah dalam hati. Hhhhh..., begitu.
Sebagai kucing liar, badan Budi sih nggak kurus-kurus amat. Tapi, apakah dia cukup makan setiap harinya? Mungkin anak manusia di Kineforum ada yang suka memberinya makan, tapi, pemutaran film di sana kan tidak setiap hari. Nina hanya bisa berdoa bahwa Budi bisa makan tiap hari. Percaya saja bahwa selalu ada manusia yang memberinya makan, atau merelakan makannya--yang mungkin--dicuri Budi.
Percaya saja bahwa Budi adalah seekor kucing survivor. Sebagaimana kucing-kucing liar dan feral lainnya di dunia... =^_^=
Ini si Budi. Si Budi Kucing Kineforum. Si Budi kucing betina, dipastikan belum steril. Begitulah...
Beberapa kali Nina pergi nonton di Kineforum, selalu pas kebetulan df di tas sudah habis dan lupa di-refill. Maka itu, menjelang nonton di acara Filartc beberapa waktu lalu (27-29 Maret '15), dengan waspada Nina memastikan bahwa stok df di tas cukup senantiasa. Jadi, lumayan kan, selama tiga hari itu Budi tiap harinya kebagian df sampai 2-3 kali.
Si Budi ini kalau tidur menguasai satu kursi di ruang tunggu Kineforum. Melintang, demikianlah kadang ia ditemukan di kursi. Tak peduli dengan keramaian manusia di sekitarnya yang asyik berbincang-bincang dengan berisiknya. Kadang di tengah keramaian itu, santai saja dia melompat ke sebuah kursi yang kosong. Kalau kebetulan manusia yang berada di dekat situ tak suka kucing, kena lah dia diusir. Di depan manusia macam itu Nina langsung menasehati Budi. Katanya, sebagai kucing Budi juga harus tahu bahwa orang yang tak suka kucing itu ada juga di dunia ini.
Hari malam terakhir setelah nonton film terakhir di Kineforum, saat Nina keluar ruang bioskop, Budi tak lagi terlihat di ruang tunggu. Entah mungkin sedang jalan-jalan atau apa. Karenanya, Nina tak bisa berpamitan dengan Budi. Tak sempat lagi memberikan df yang terakhir di kala itu. Nina hanya bisa mendesah dalam hati. Hhhhh..., begitu.
Sebagai kucing liar, badan Budi sih nggak kurus-kurus amat. Tapi, apakah dia cukup makan setiap harinya? Mungkin anak manusia di Kineforum ada yang suka memberinya makan, tapi, pemutaran film di sana kan tidak setiap hari. Nina hanya bisa berdoa bahwa Budi bisa makan tiap hari. Percaya saja bahwa selalu ada manusia yang memberinya makan, atau merelakan makannya--yang mungkin--dicuri Budi.
Percaya saja bahwa Budi adalah seekor kucing survivor. Sebagaimana kucing-kucing liar dan feral lainnya di dunia... =^_^=
Subscribe to:
Posts (Atom)


